Lenovo Akui Sengaja Taruh "Malware" di Laptop Baru

Lenovo Akui Sengaja Taruh "Malware" di Laptop Baru

KOMPAS.com — Peneliti keamanan menemukan komputer baru Lenovo yang dijual di toko ternyata berisi malware Superfish. Produsen elektronik asal Tiongkok itu pun menjawabnya dengan tenang, "Kami sudah menangani masalah itu."

Superfish, setelah diteliti, memiliki kemampuan membongkar enkripsi web pengguna komputer tersebut dan membuatnya rentan terhadap serangan cyber. Selain itu, adwareini juga bisa menyuntikkan iklan-iklan tak diinginkan ketika pengguna komputer membuka situs apa pun.

Lenovo, dalam pernyataan resmi yang dimuat di situsnya, Kamis (19/2/2015) waktu setempat, mengakui telah menyematkan malware Superfish dalam beberapa perangkat laptop yang dijualnya. Laptop-laptop yang dimaksud dijual pada kurun waktu September hingga Desember 2014.

"Superfish disematkan di beberapa laptop konsumen yang dikapalkan antara September hingga Desember untuk membantu pengguna agar menemukan produk-produk menarik saat belanja. Namun, respons yang kami terima tidak bagus," tulis raksasa gadgetTiongkok itu, seperti dikutip KompasTekno, Jumat (20/2/2015).

Berdasarkan respons itu, menurut Lenovo, mereka telah sepenuhnya memutus interaksi terhadap server Superfish sejak Januari lalu. Dengan cara itu, malware Superfish dalam komputer mereka diklaim sudah tidak berfungsi.

"Lenovo sudah berhenti melakukan pre-install piranti lunak tersebut pada Januari. Piranti lunak itu tidak akan kami sertakan dalam bentuk pre-install lagi pada masa yang akan datang," imbuhnya.

Dari sisi Lenovo, malware Superfish tersebut diklaim tidak berbahaya untuk pengguna. Teknologi Superfish murni berdasarkan konteks atau gambar, tidak berdasarkan perilaku pengguna. Jadi, teknologi itu tidak mengawasi tindakan pengguna. Teknologi itu juga tidak mencatat informasi pengguna.
Unduh Aplikasi iOS Kini Tak Harus di App Store

Unduh Aplikasi iOS Kini Tak Harus di App Store

KOMPAS.com - Mengunduh aplikasi iOS kini tak harus menyambangi toko aplikasi Apple App Store. Ke depannya, pengguna gadget Apple dapat mengunduh aplikasi iOS lewat App Pins, produk teranyar hasil kerjasama Apple dan Pinterest.

'App Pins' adalah fitur baru dalam aplikasi Pinterest untuk iOS yang memungkinkan pengguna mengunduh langsung aplikasi untuk iPad atau iPhone tanpa harus keluar dari Pinterest atau masuk ke App Store.

Selain kemudahan pengunduhan, dilansir KompasTekno, Jumat (13/2/2015) dari New York Times, kerjasama Apple dan Pinterest ini dicanangkan juga untuk membantu pengguna gadget iOS dalam mencari aplikasi yang sesuai kebutuhannya. Pasalnya, terdapat lebih dari 1,4 juta aplikasi terpatri di toko aplikasi Apple. 

Pilihan yang terlampau banyak tersebut, walau lengkap, namun juga membingungkan pengguna. Dengan App Pins, pengguna dapat langsung menemukan aplikasi iOS yang benar-benar dibutuhkan dalam waktu yang lebih cepat dan dapat langsung diunduh.

Sebenarnya kerjasama Apple dan Pinterest cukup mengejutkan. Seperti diketahui, Apple adalah perusahaan teknologi yang paling tertutup untuk berbagi akses dengan perusahaan atau produk lain. Konsistensi ini menyusul prinsip Apple yang tak ingin penggunanya diterpa virus atau bug semacamnya.

Cari aplikasi iOS jadi mudah

Fitur App Pins yang sudah tersedia dalam aplikasi Pinterest versi terbaru ini memiliki cara kerja serupa dengan Pinterest. Jika Pinterest mengkategorikan foto, resep makanan, dan hal lainnya, untuk dikumpulkan bersama secara teratur, maka App Pins melakukannya khusus untuk aplikasi smartphone yang mendukung iOS.

Lewat App Pins, pengguna hanya perlu mengetik karakter aplikasi yang dibutuhkan. Misalnya pengguna mengetik 'fitness', maka hanya aplikasi yang relevan dengan aplikasi kesehatan/olahraga yang akan muncul. Jika sudah muncul, pengguna dapat memilih apakah langsung akan mengunduh aplikasi itu, atau menyimpannya (pin) terlebih dahulu.

"Layanan kami bisa menjadi sangat kuat karena menawarkan solusi untuk masalah pencarian aplikasi yang sebelumnya tak terpecahkan. Kami memang ingin menghubungkan orang-orang dengan hal-hal yang mereka inginkan," kata Evan Sharp, pendiri Pinterest.
Android Lollipop Akhirnya Masuk "Radar" Google

Android Lollipop Akhirnya Masuk "Radar" Google

KOMPAS.com - Empat bulan setelah diperkenalkan pada Oktober lalu, porsi Android 5.0 Lollipop akhirnya sudah cukup untuk masuk "radar" Google.

Sayangnya, data resmi dari dashboard Google menunjukkan bahwa pangsa OS mobile terbarunya itu masih terbilang kecil. Per 2 Februari 2015, Lollipop baru digunakan oleh 1,6 persen perangkat Android yang beredar.

Laporan Cnet yang dikutip oleh Kompas Tekno, Rabu (4/2/2015) mencatat bahwa ini adalah kali pertama Lollipop masuk dalam data dashboard Google.

Angka di atas kemungkinan akan meningkat dalam bulan-bulan mendatang seiring dengan makin banyaknya perangkat berbasis Android Lollipop yang beredar di pasaran, seperti HTC One M9 dan Samsung Galaxy S6.
Google
Data tingkat adopsi masing-masing versi sistem operasi Android berdasarkan data Google Dashboard per 2 Februari 2015

Sebagian besar perangkat Android, menurut dashboard Google, masih menggunakan sistem operasi Android Jelly Bean (versi 4.1, 4.2, dan 4.3) yang memiliki pangsa 44,5 persen.

Urutan kedua dipegang oleh Android 4.4 Kitkat dengan angka 39,7 persen. Sejumlah Android versi lawas masih terlihat dalam dashboard, termasuk Android 2.2 Froyo (0,4 persen), Android 2.3.3-2.3.7 Gingerbread (7,4 persen), dan Android 4.03-404 Ice Cream Sandwich (6,4 persen).

Informasi soal distribusi masing-masing versi sistem operasi Android dalam dashboardGoogle didapat dari data kunjungan ke toko aplikasi Play Store selama periode tujuh hari yang berakhir pada 2 Februari 2015.
Ditemukan, Lubang Keamanan di Android Teraman

Ditemukan, Lubang Keamanan di Android Teraman

KOMPAS.com - Aneka teknologi sekuriti yang diimplementasikan pada BlackPhone ternyata tak serta merta membuatnya seratus persen kebal serangan. Malahan, sebuah celah fatal ditemukan pada smartphone Android yang diklaim teraman di dunia ini.

Sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari ArsTechnica, Jumat (30/1/2015), celah keamanan yang terdapat di aplikasi pesan instan pada BlackPhone itu bisa membuka pintu ke data-data penting seperti daftar kontak. 

Bahkan penyerang juga bisa mengambil alih "fungsi vital" dari perangkat.

Seorang hacker dapat mengeksploitasi celah keamanan BlackPhone dengan mengirim sebuah pesan khusus ke layanan SilentText di smartphone sasaran. 

Serangan kemudian dapat dilanjutkan dengan menginjeksi program-program jahat melalui aplikasi pesan instan yang bersangkutan.

Bug tersebut ditemukan oleh periset Azimuth Security yang kemudian melaporkannya ke SilentCircle selaku pembuat BlackPhone. 

Untungnya tak butuh waktu lama bagi SilentCircle untuk menambal celah berbahaya itu.
Asus ZenFone 2 Ada Versi Mini?

Asus ZenFone 2 Ada Versi Mini?

KOMPAS.com - Asus baru saja memperkenalkan smartphone ZenFone 2 pada ajang Consumer Electronics Show di awal tahun 2015 ini. Perangkat yang satu ini memiliki layar yang cukup besar, yakni 5,5 inci.

Merasa layar tersebut terlalu besar? Jika ya, Asus dikabarkan akan merilis ZenFone 2 dalam ukuran layar yang lebih kecil.

Seperti dikutip KompasTekno dari Phone Arena, Sabtu (24/1/2015), perusahaan asal Taiwan tersebut akan merilis varian ZenFone 2 dalam ukuran layar 5 inci. Varian kedua ini dikabarkan akan dirilis tidak lama setelah ZenFone 2 versi original hadir di pasar.

Sekadar informasi, ZenFone 2 dijadwalkan untuk masuk ke pasar smartphone pada Maret 2015 mendatang.

Jika rumor ini berubah menjadi kenyataan, apa alasan Asus memutuskan untuk merilis ZenFone 2 yang lebih kecil? Menurut Phone Arena, semua seri ZenFone, baik yang berukuran 4, 5, dan 6 inci, cukup laris di pasar smartphone dunia. Oleh karena itu, mereka tidak mau menyia-nyiakan momentum ini dengan menghadirkan pilihan ukuran layar lainnya.

Meski memiliki ukuran lebih kecil, ZenFone 2 5 inci dikabarkan akan memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dari versi original. Ia dilengkapi prosesor Intel Atom Z3580 64-bit, kamera belakang 13 megapiksel, dan kamera depan 5 megapiksel.

Perangkat tersebut juga akan mendukung jaringan 4G LTE dan berjalan di sistem operasi Android 5.0 Lollipop yang dipercantik dengan tampilan Zen UI buatan Asus sendiri.

Belum diketahui apakah ZenFone 2 5 inci tersebut akan hadir dengan RAM 4 GB atau tidak.

Produk ini sendiri dikatakan akan dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang versi original, meski tidak diungkapkan harga pastinya. Sebagai perbandingan, ZenFone 2 original akan dilepas dengan harga sekitar 200 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta.
Bangun Pabrik di Pluit, Asiafone Kucurkan Rp 100 Miliar

Bangun Pabrik di Pluit, Asiafone Kucurkan Rp 100 Miliar

KOMPAS.com - Asiafone telah membangun pabriknya yang terletak di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Memiliki lahan seluas 3.500 meter persegi, perusahaan lokal ini menginvestasikan dananya sebesar Rp 100 miliar.

Dalam pabrik tersebut, produsen produk dengan harga terjangkau ini menyiapkan 2 line produksi, yang diklaim mampu memproduksi 100.000 unit perangkat setiap bulannya. Dengan adanya pabrik ini, total karyawan yang dimiliki oleh Asiafone telah mencapai 350 orang.

Pabrik itu sendiri terintegrasi langsung dengan Head Office Asiafone. Harapannya, pihak Asiafone dapat lebih mudah dalam proses pengawasan, manajemen, dan penjualan produk-produk Asiafone ke seluruh Indonesia.

"Kita bisa melakukan Quality Control secara langsung, sehingga produk yang terjual ke konsumen benar-benar berkualitas," tulis Herman Zhou, Presiden Direktur Asiafone, dalam keterangan pers yang KompasTekno terima, Sabtu (17/1/2015).

Keberadaan pabrik tersebut merupakan bagian dari rencana besar Asiafone untuk memindahkan produksi dari luar negeri ke Indonesia. Hal tersebut dikatakan sejalan dengan program pemerintah yang mendorong para pelaku industri untuk membangun lini produksinya di Indonesia.

Herman mengaku, proses pemindahan ilmu produksi yang selama ini terdapat di Tiongkok ke Indonesia tidaklah sebentar. "Karena kita harus menyiapkan semuanya dari nol," ujar Herman.

Dengan berdirinya pabrik ponsel di Indonesia, Asiafone berharap industri komponen nasional juga berkembang karena kebutuhan komponen sangat diperlukan sebagai pendukung produksi ponsel, seperti chip, layar, baut, mur, casing, dan sebagainya. 

Dengan basis industri dalam negeri, para pengusaha juga tidak lagi terkena imbas kurs dollar yang tidak stabil.

“Harapan kita kepada pemerintah adalah bagaimana menyediakan ekosistem industri nasional, sehingga pelan-pelan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor,” jelas Herman.

Selain itu, jika industri komponen terus berkembang, ia diharapkan bisa menghemat biaya produksi. Sementara bagi industri nasional, keberadaan pabrik lokal, akan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri. 

“Terpenting juga adalah adanya kesempatan kerja bagi masyarakat, mereka bisa bekerja dalam industri teknologi,” pungkas Herman.
Google Siapkan Penerjemah Obrolan "Real Time"

Google Siapkan Penerjemah Obrolan "Real Time"

KOMPAS.com — Google Translate akan dibekali fitur penerjemah pembicaraan secarareal time. Sebelumnya, pengguna harus merekam pembicaraan, lalu menanti beberapa waktu untuk memperoleh hasil terjemahan.

Raksasa internet itu pun dikabarkan sedang menggarap pemutakhiran aplikasi mobileGoogle Translate. Pemutakhiran ini dibekali fitur yang membuatnya otomatis mendeteksi pembicaraan, lalu menerjemahkannya.

Seperti dikutip KompasTekno dari Engadget, Senin (12/1/2015), Google memanfaatkan teknologi cloud dengan aplikasi mobile untuk mewujudkan penerjemahan real timetersebut.

Fitur penerjemahan ini jadi bermanfaat bagi para pelancong karena bisa dijangkau dengan mudah menggunakan aplikasi. Penggunanya cukup menyalakan aplikasi, lalu memegang smartphone-nya sambil berbicara, terjemahan pun langsung diproses.

Selain penerjemah pembicaraan, Google Translate saat ini telah sanggup menerjemahkan 90 bahasa secara tertulis. 

Google Translate juga sudah diterapkan untuk menerjemahkan laman web. Fitur penerjemah laman web ini disematkan dalam peramban Chrome dan dijalankan hanya dengan satu klik pada ikon Google Translate.

Fitur penerjemahan real time bukanlah hal baru. Sebelumnya, Microsoft telah menerapkan ide itu ke dalam Skype di Windows 8.1. Hasilnya membuat pengguna yang berbeda bahasa bisa langsung bercakap-cakap tanpa harus mempelajari bahasa masing-masing.
Atur Smartphone Agar Mati-Nyala Otomatis

Atur Smartphone Agar Mati-Nyala Otomatis

KOMPAS.com - Banyak yang biasanya tetap mengaktifkan smartphone-nya ketika sedang tidur padahal sudah pasti tidak digunakan. 

Sebetulnya, akan lebih baik smartphone dinonaktifkan ketika sedang tidur namun tentu ini akan sedikit merepotkan.

Nah, di smartphone Oppo R5 telah dilengkapi dengan fitur Timing Power On/Off yang memungkinkan  untuk dapat mengatur jadwal waktu smartphone menjadi aktif atau nonaktif.

Tentunya dengan fitur ini akan memudahkan  ketika sudah tertidur namun lupa
menonaktifkan smartphone. Selain itu, fitur ini akan membuat smartphone menjadi hemat baterai.

Untuk mengaktifkan fitur ini  dapat langsung mengunjungi Settings dan memilih menu More. Selanjutnya  dapat memilih menu Timing Power On/Off. 

Atur waktu di mana smartphone menjadi aktif dan nonaktif. Misalnya,  memilih smartphone nonaktif pada jam 22.00 dan smartphone aktif pada jam 05.00. 

Setelah pengaturan waktu selesai dilakukan maka secara otomatis fitur Timing Power On/Off akan aktif.
Editor: Wicak Hidayat
XL Resmi Luncurkan Layanan 4G LTE

XL Resmi Luncurkan Layanan 4G LTE

JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai janjinya minggu lalu, operator seluler XL Axiata meluncurkan layanan 4G LTE. Peresmian komersialisasi layanan bernama Real Mobil 4G LTE ini dilakukan lewat sebuah acara yang diadakan di mal La Piazza, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

"Untuk launching komersial ini XL Axiata telah banyak melakukan persiapan yang dilakukan, misalnya persiapan teknis, seperti menggelar modernisasi jaringan dan penggelaran kabel fiber," ujar Chief Digital Services XL Dian Siswarini ketika berbicara di panggung acara.

Persiapan lain yang dilakukan XL, menurut Dian, pengurusan perizinan penggunaan frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz untuk uji operasi dan kelayakan operasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang turut hadir dalam acara menyambut baik komersialisasi layanan 4G LTE XL Axiata. 

"Pemerintah akan mendorong terus pengembangan 4G LTE dari operator-operator seluler sebagai bagian dari rencana pembangunan pita lebar Indonesia," kata Rudiantara dalam sambutannya.

Pelanggan XL sudah bisa menikmati layanan 4G LTE di tiga kota di pulau Jawa dan Sumatera, yakni Bogor, Medan, dan Yogyakarta. 

Belum tersedia untuk pengguna XL di Jakarta. Jaringan 4G XL di ibukota masih dalam tahap uji coba di daerah Kelapa Gading dan beberapa pusat perbelanjaan.

Caranya cukup dengan menggunakan perangkat yang mendukung koneksi data seluler berkecepatan tinggi tersebut dan menukarkan kartu SIM lama dengan kartu uSIM baru yang menyimpan pengaturan konfigurasi jaringan 4G LTE.

Penukaran ini bisa dilakukan di XL Center terdekat. Adapun nomer seluler lama bisa tetap dipertahankan meski kartu SIM diganti.

Sebelumnya, pada akhir Oktober lalu, XL Axiata telah menggelar uji coba 4G LTE di beberapa wilayah di Jakarta, seperti Mal Kota Casablanca, Mal Centrak Park, dan Mal Senayan City.

Layanan 4G LTE XL Axiata sendiri digelar dengan mengambil pita selebar 5 MHz di spektrum 900 MHz. XL Axiata juga berencana menggelar layanan 4G di frekuensi 1.800 MHz untuk digunakan secara agregasi dengan frekuensi 900 MHz.
Oppo Siap Sambut Era 4G di Indonesia

Oppo Siap Sambut Era 4G di Indonesia

KOMPAS.com - Lembaga riset pasar Strategy Analytics mencatat bahwa Oppo untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 5 besar produsen smartphone 4G LTE pada kuartal-3 2014.

Di Indonesia, era 4G LTE baru akan dimulai. Namun, Oppo sudah menyatakan kesiapannya untuk menyongsong babak baru telekomunikasi seluler di Tanah Air itu.

"Kami selalu mengikuti permintaan pasar seperti pada ketersediaan jaringan 4G yang akan diterapkan di Indonesia," ujar CEO Oppo Indonesia Jet Lee dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno.

Lee mengatakan bahwa saat ini Oppo memiliki sejumlah produk smartphone 4G LTE yang sudah beredar atau akan memasuki pasaran Indonesia.

Contohnya antara lain adalah Oppo Find 7, Find 7a, dan N1 Mini. Tak lupa Oppo N3 dan R5 yang diperkenalkan baru-baru ini.

"Beberapa di antaranya sudah siap hanya dengan mengaktifkan 4G melalui update software," tambah Lee.

Pada 2015, Oppo yang merupakan pabrikan smartphone 4G terbesar kedua di negeri asalnya ini berencana meningkatkan produksi handset 4G terjangkau.
Kamera Oppo R5 Pakai Lensa Bikinan Jerman

Kamera Oppo R5 Pakai Lensa Bikinan Jerman

KOMPAS.com - Walau Oppo R5 diklaim sebagai smartphone tertipis di dunia, bukan berarti produsen Oppo melupakan sektor lain pendukung smartphone-nya, terutama dalam hal kamera. 

Khusus untuk R5, Oppo bekerja sama dengan perusahaan optik Schneider dalam penggunaan komponen kamera dan optimasi hasil foto sehingga dapat menghasilkan kualitas foto profesional sesuai dengan standarisasi Schneider-Kreuznach besutan Jerman.

Oppo dan Schneider bekerja sama dalam mengoptimalkan kualitas fotografi yang dihasilkan oleh Oppo R5, yang memberi nilai lebih bagi pengguna. 

Dari keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (28/11/2014), Oppo mengatakan telah mengembangkan software kalkulasi yang dinamakan Pure Image 2.0+ sebagai pendukung sertifikasi Schneider.

Software Pure Image tersebut pertama kali diperkenalkan pada saat peluncuran Oppo N1 yang memiliki fitur kamera putar pertama. Kini, dalam seri Oppo R5, Pure Image 2.0+ tidak hanya dioptimasikan pada kualitas gambar saja, namun juga mengembangkan beragam mode pemotretan (scene).

Scene yang dioptimalkan dengan Pure Image 2.0+ antara lain scene HDR (High Dynamic Range), Colorful Night, Slow Shutter, GIF, Audio Photo, After Focus, Super Macro, dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, Schneider adalah perusahaan yang meneliti, mengembangkan dan memproduksi serangkaian perangkat kamera. Perusahaan yang bermarkas di Jermain itu juga menjadi salah satu dari empat vendor besar dunia yang memproduksi lensa kamera profesional. 

Schneider juga satu-satunya vendor yang bekerja sama dengan NASA dalam menyediakan perangkat optik perekamanan foto dan video.
Editor: Reza Wahyudi
Menanti Langkah Kejutan dari Tokopedia

Menanti Langkah Kejutan dari Tokopedia

KOMPAS.com - Impiannya memang terdengar muluk, menjadi perusahaan internet yang tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, tetapi juga disegani di kawasan Asia Tenggara. ”Menjadi Google selanjutnya” adalah impian yang diungkapkan oleh William Tanuwijaya, Chief Executive Officer Tokopedia, di Jakarta, Rabu (12/11). Tokopedia dikenal sebagai situs mal daring di Indonesia.

Tokopedia memfasilitasi penjual untuk menawarkan barang dagangan mereka kepada para pembeli. Saat ini penggunanya sudah mencapai angka jutaan orang dengan transaksi tiga juta barang setiap bulan.

Konsepnya sederhana, penjual bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendirikan toko atau bahkan kantor cabang atau menghitung biaya pengiriman.

Ia hanya memanfaatkan Tokopedia sebagai wadah atau ”mal daring” yang mempertemukan sesama penjual dengan orang- orang yang mencari barang. Manfaat yang sama diterima oleh pembeli karena mereka juga mendapatkan jaminan keamanan dari peluang penipuan.

Setiap transaksi yang dilakukan, yakni transfer bank, selalu ditujukan ke rekening milik Tokopedia dan baru akan diteruskan kepada penjual apabila barang sudah dikirimkan. Dengan demikian, baik penjual maupun pembeli memiliki posisi yang sama rata.

Mendapat suntikan modal

Meskipun sudah beroperasi selama lima tahun, William menegaskan bahwa visi perusahaannya tidak akan berhenti pada perdagangan elektronik saja, tetapi juga memimpikan ekspansi ke lini usaha lainnya.

”Sama seperti Google yang bermula dari layanan pencarian dan kini sudah merambah ke berbagai lini bisnis, seperti akses internet, layanan pembayaran, dan sebagainya,” tuturnya.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul tentu soal bagaimana Tokopedia mewujudkan impiannya. Perusahaan teknologi tersebut saat ini memiliki karyawan 150 orang dan belum terlihat posisinya di antara persaingan antara layanan perdagangan elektronik lainnya di Indonesia, seperti Lazada atau Elevenia.

Setidaknya klaim yang diucapkan William tidak seluruhnya berupa omongan saja. Bulan Oktober lalu, Tokopedia mendapatkan kucuran dana sebesar 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun dari dua investor, yakni Softbank dan Sequioa Capital.

Angka Rp 1,2 triliun tersebut menjadikan Tokopedia sebagai perusahaan yang mendapatkan investasi terbesar di Asia Tenggara untuk saat ini.

Sequioa Capital juga menjadi investor untuk Google, Yahoo, dan Instagram, sementara Softbank menjadi investor dari Alibaba, sebuah situs jual beli terbesar di dunia.

Keputusan untuk menginvestasikan dana sebesar itu tentu bisa menjadi gambaran bahwa Tokopedia berhasil meyakinkan mereka.

Dengan kata lain, Tokopedia dianggap memiliki rencana yang matang untuk menjadi perusahaan teknologi yang besar di dalam negeri dan termasuk Asia Tenggara.

Meskipun belum merinci hingga detail, langkah selanjutnya dari Tokopedia selain menjadi mal daring adalah membangun kantor utama sekaligus pusat inovasi.

Lagi-lagi mengambil inspirasi dari Google, yakni Googleplex, William berharap kantor pusatnya nanti akan berada di sebuah kota di luar Jakarta.

Kota seperti apa yang diincar oleh Tokopedia? Saat ini belum ada nama yang pasti, tetapi kota tersebut harus memiliki perguruan tinggi sebagai penghasil tenaga ahli untuk Tokopedia.

Itulah mengapa saat ini mereka tengah menanti kepala daerah yang bersedia diajak bekerja sama mewujudkan pembangunan teknopleks milik Tokopedia.

Biaya pembangunan yang memanfaatkan sebagian dari kucuran dana investasi baru ini nantinya diikuti oleh perkenalan lini usaha baru Tokopedia dalam waktu paling singkat dua tahun mendatang.

Chief Operating Officer Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengatakan bahwa kemungkinannya terbuka lebar bagi Tokopedia untuk melebarkan lini usahanya.

Betapapun tinggi mimpi yang ingin dicapai Tokopedia termasuk rencana matang yang telah disusun, tahap awal tetaplah harus dilalui, yakni mencari basis pengguna sebanyak-banyaknya. Itulah mengapa saat ini mereka menggratiskan seluruh fitur layanan bagi para pengguna, kecuali iklan premium yang jumlahnya pun belum signifikan.

Waktu yang akan memutuskan apakah mimpi Tokopedia itu bakal terwujud atau terempas kenyataan.
Android yang Bisa Hasilkan Foto "RAW"

Android yang Bisa Hasilkan Foto "RAW"

KOMPAS.com - Oppo N3 dibekali dengan teknologi unik berupa kamera yang bisa diputar ke arah depan maupun belakang secara otomatis. Jadi, Oppo N3 cukup menggunakan satu kamera utama untuk menangkap gambar dari dua sisi depan dan belakang.

Kamera putar ini membuat hasil foto selfie di Oppo N3 bisa setara hasil jepretan sebuah objek yang biasa dihasilkan kamera utama/belakang.

Kamera putar itu sekaligus memungkinkan Oppo N3 menjalankan mode pengambilan gambar khusus bernama "Auto Panorama" di mana kamera berputar sendiri secara perlahan untuk mengambil foto pemandangan di sekitar pengguna.

Di luar kemampuan tersebut, Oppo N3 juga mampu menyimpan gambar dengan format gambar "mentah" alias RAW (DNG) yang bisa dibuka dengan program pengolah gambar, seperti Adobe Lightroom atau Photoshop.

Dengan format ini, secara teori pengguna bisa melakukan editing dengan lebih fleksibel ketimbang hanya mengandalkan engine JPEG default dari smartphone.

Parameter noise reduction dan sharpening, misalnya, bisa diatur sesuai selera, demikian pula detil di area shadow dan highlight yang bisa "dikeluarkan" dengan tingkat lebih tinggi dari format JPEG.
oik yusuf/ kompas.com
Antarmuka aplikasi kamera Oppo N3 memperlihatkan mode RAW sedang aktif, ditandai dengan label RAW di icon tombol shutter
Ketika mengambil gambar dalam mode RAW, Oppo N3 akan merekam foto dengan dua format, yaitu DNG dan JPG. File JPG bisa dibuka lewat aplikasi gallery di ponsel sehingga memberikan preview hasil jepretan yang mudah diakses, sementata file RAW dalam format DNG hanya bisa dibuka dengan program komputer.
oik yusuf/ kompas.com
Hasil tangkapan gambar format RAW/ DNG dari Oppo N3 yang dibuka dengan aplikasi Adobe Lightroom 4.4 menunjukkan keanehan white balance dan tone keseluruhan (kanan). Sebaliknya, foto yang sama dengan format JPEG tampak normal
Di sini terdapat sedikit keanehan karena file RAW hasil tangkapan Oppo N3 terlihat jauh berbeda dibandingkan gambar yang sama dengan format JPEG. White balance dan tonekeseluruhan terlihat kacau sehingga foto tampak seolah ditambahi semacam filter cross process.

Mungkin hal tersebut disebabkan oleh persoalan software yang bisa diperbaiki melalui update di masa depan. Hasil foto JPEG dari Oppo sendiri tidak bermasalah dan terlihat cemerlang di bawah cahaya luar ruangan. Seperti apa? Berikut ini beberapa contoh jepretannya.
oik yusuf/ kompas.com
Warna-warna tampak cerah di foto tangkapan kamera Oppo N3
oik yusuf/ kompas.com Hijau dan detail dedaunan bisa diabadikan dengan apik oleh Kamera Oppo N3. Pada gambar bunga (kanan) tampak kemampuan smartphone ini menjepret gambar dengan efek depth of field (blur) dari jarak dekat
oik yusuf/ kompas.com Dalam kondisi kontras tinggi, kamera Oppo N3 cenderung menghasilkan metering yang cukup akurat, tapi dalam beberapa kasus (seperti gambar gedung di sebelah kiri) masih butuh sedikit penyesuaian exposure
oik yusuf/ kompas.com Dalam kondisi outdoor (setting ISO rendah) kamera Oppo N3 menghasilkan foto yang kaya detail
Editor: Reza Wahyudi
Seperti BBM, WhatsApp Kini Punya Status "Read"

Seperti BBM, WhatsApp Kini Punya Status "Read"

KOMPAS.com - Meski sangat populer, WhatsApp dianggap memiliki kekurangan karena tidak menyediakan notifikasi keterbacaan pesan yang dikirim. Sementara, BlackBerry Messenger dan Line telah menjadikan fitur "Read" ini sejak lama.

Fitur ini bagi banyak pengguna sangat penting karena bisa memastikan pesan yang dikirim telah terbaca oleh rekannya.

Meski belum diperkenalkan secara resmi, WhatsApp akhirnya merilis fitur status baca untuk sebuah pesan. Kehadiran fitur ini pertama kali ditemukan oleh 9to5Mac, pada Rabu (5/11/2014).
Situs teknologi tersebut mendapati adanya tanda centang baru berwarna biru yang ternyata menunjukkan pesan tersebut telah dibaca oleh penerima.

Sebelumnya, WhatsApp hanya mempunyai dua notifikasi untuk sebuah pesan. Centang satu yang menerangkan bahwa pesan telah terkirim ke server. Sementara, tanda centang dua kali menyatakan bahwa pesan telah terkirim ke perangkat tujuan, bukan sudah dibaca oleh penerima.

Selama ini, cukup banyak pengguna yang mengartikan centang dua di WhatsApp adalah pesan yang dikirim telah dibaca penerima. Padahal sebenarnya, pesan tersebut baru sampai di perangkat penerima.

Fitur "Read" di WhatsApp saat ini sudah muncul di perangkat berbasis iOS, Android, dan Windows Phone. Sebelumnya, pengguna harus mengunduh aplikasi WhatsApp terbaru dari toko aplikasi masing-masing platform.

WhatsApp Penjelasan centang biru untuk status sebuah pesan di situs resmi WhatsApp.
Saat dicoba KompasTekno, Kamis (6/11/2014), fitur baru yang ditandai dengan tanda centang dua berwarna biru ini baru aktif bila lawan bicara telah menggunakan aplikasi WhatsApp terbaru. 

Fitur baru ini diam-diam ternyata sudah dicantumkan dalam sebuah dokumen di situs resmi WhatsApp

Dalam dokumen disebutkan, selain centang warna biru, status sebuah pesan dapat dilihat dari "Message Info". Untuk melihatnya, tekan dan tahan pesan yang dikirim kemudian klik tanda (i) atau kata Info. Akan muncul, informasi waktu pesan tersebut terkirim dan terbaca.
Menkominfo Baru Diminta Wujudkan "Internet Cepat"

Menkominfo Baru Diminta Wujudkan "Internet Cepat"

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) berharap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bisa mempercepat implementasi Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) atau Indonesia Broadband Plan 2014-2019.

"Menkominfo baru diharapkan bisa mempercepat penerapan Rencana Pitalebar Indonesia," kata Ketua Umum Mastel Setyanto P. Santosa yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (26/10/2014).

RPI merupakan bagian dari rancangan pembangunan telekomunikasi informatika nasional yang sejalan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Rancangan ini merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 yang ditandatangani oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 September lalu.

Akses pitalebar atau broadband adalah akses internet dengan jaminan konektivitas yang selalu tersambung (always on) dan memiliki kemampuan mengirim suara, gambar, dan data dalam satu waktu. Kecepatan minimal untuk akses internet itu adalah 2 Mbps untuk akses tetap (fixed access) dan 1 Mbps untuk akses bergerak (mobile access).

Seperti dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet, sasaran pembangunan pitalebar Indonesia sampai dengan akhir 2019 adalah prasarana akses tetap pitalebar mencapai tingkat penerasi sebesar 30 persen dari total populasi di perkotaan, 71 persen dari total rumah tangga dengan percepatan 20 Mbps, 10 persen dari total gedung dengan kecepatan 1 Gbps. 

Selain itu, sasaran akses bergerak pitalebar dengan kecepatan 1 Mbps menjangkau seluruh populasi di perkotaan.

Sementara di tingkat perdesaan, prasarana akses tetap pitalebar mencapai tingkat penetrasi sebesar 6 persen dari total populasi dan 49 persen dari total rumah tangga dengan kecepatan 0 Mbps.

Adapun dari sisi harga layanan, dengan adanya RPI diharapkan maksimal menjadi 5 persen dari rata-rata pendapatan per kapita per bulan.

Lebih lanjut, selain punya harapan besar atas penerapan RPI, Setyanto mengatakan Rudiantara juga harus melakukan perbaikan terutama mengenai birokrasi.

"Kita tahu kualitas birokrasinya kan tidak memadai, itu tugas utama Rudiantara untuk memajukan teknologi informasi komunikasi (TIK)," ujarnya.

Rudiantara ditunjuk menjadi Menkominfo dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Minggu (26/10) petang.

"Beliau profesional yang telah memajukan sektor teknologi informasi publik di Indonesia," kata Jokowi saat mengumumkan jajaran menteri kabinetnya.

Ia menggantikan Menkominfo Tifatul Sembiring yang menjabat pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009-2014).
Harga Huawei Ascend P7 dan Mate7 di Indonesia

Harga Huawei Ascend P7 dan Mate7 di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah diperkenalkan di ajang IFA Berlin 2014 pada September lalu, Huawei secara resmi meluncurkan dua smartphone anyar yang ditujukan untuk kelas menengah ke atas. Dua smartphone tersebut adalah Huawei Ascend Mate7dan Ascend P7.

"Ascend Mate7 dan Ascend7 memperkuat komitmen kami kepada konsumen di Indonesia untuk memberikan produk kualitas premiu kami," demikian ujar Nick Lee, Head os Consumer Business Group Huawei Indonesia saat acara peluncuran di Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Ascend Mate7 adalah smartphone dengan ukuran layar 6 inci, prosesor Kirin octa-core yang dikembangkan oleh Huawei sendiri. Perangkat Android yang dilapisi casing dari bahan logam ini memiliki sensor sidik jari di bagian belakang sebagai peranti keamanan.

Spesifikasi lain yang disematkan Huawei dalam Ascend Mate7 adalah RAM 2 GB, penyimpanan internal 16 GB, kamera belakang 8 megapiksel, baterai 4100 mAh, dan OS Android 4.4 KitKat.

Huawei membanderol Ascend Mate7 dengan harga Rp 6,5 juta.
GSMArena
Huawei Ascend Mate 7.
Sementara Ascend P7 yang dipasarkan untuk kelas menengah memiliki ukuran layar yang lebih kecil dibanding Mate7, yaitu 5 inci.

Spesifikasinya juga sedikit lebih rendah, seperti prosesor quad-core Kirin 910T 1,8 GHz, RAM 2 GB, penyimpanan 16 GB, kamera 8 megapixel, dan baterai kapasitas 2500 mAh.

Huawei Ascend P7 dijual dengan harga Rp 6 juta di Indonesia.
ist.
Huawei Ascend P7.
Target pangsa pasar 10 persen
Huawei bekerja sama dengan PT Trikomsel Oke Tbk sebagai distributor resmismartphone-smartphone-nya yang dipasarkan di Indonesia.

Presiden Direktur PT Trikomsel Oke Tbk, Sugiono Wiyono mengatakan bahwa pihaknya siap membantu memasarkan produk-produk Huawei ke konsumen di Indonesia.
"Kita sudah siap untuk memasarkan produk Huawei, bukan hanya dua smartphone ini saja, namun juga produk-produk Huawei lain yang akan dijual di masa mendatang," demikian terang Sugiono.

Sugiono juga yakin bahwa Trikomsel mampu membantu Huawei mencapai target pangsa pasar perusahaan smartphone Tiongkok itu di pasar Indonesia sebesar 10 persen pada akhir tahun ini.
HTC Re, Kamera "Periskop" Pesaing GoPro

HTC Re, Kamera "Periskop" Pesaing GoPro

KOMPAS.com - Bersamaan dengan diluncurkannya smartphone HTC Desire Eye, HTC juga memperkenalkan kamera genggam kecil yang bisa merekam video Full HD 1080p, dengan nama yang sederhana, Re.

Kamera HTC Re memiliki bentuk menyerupai periskop dengan tombol minimalis dan tanpa jendela bidik. Menurut President HTC America, Jason Mackenzie, desain itu sengaja dibuat untuk menonjolkan kesan sederhana.

Sementara CEO HTC, Peter Chou mengatakan bahwa dengan kamera Re ini, HTC ingin mengajak pengguna benar-benar menikmati aksinya, bukan melihatnya melalui jendela bidik.

"Kami ingin membawa pengguna Re di belakang viewfinder, dan menikmati aksi yang terjadi," ujar Chou seperti dilansir KompasTekno dari BBC (8/10/2014).
HTC melengkapi kamera Re dengan sensor CMOS ukuran 1/2,3 inci, resolusi 16 megapixel, dan kemampuan perekaman video Full HD 1080p (720p dalam gerak lambat), dengan lensa sudut lebar 146 derajat dan diafragma lebar f/2,8.

Kamera dengan dimensi 96,7 x 26,5 mm dan bobot 65,5 gram ini diklaim tahan air dan debu dengan rating IP57. Kamera Re mengandalkan penyimpanan eksternal dengan kartu microSD yang menampung kapasitas hingga 128 GB.

Kapasitas baterai yang disertakan HTC adalah 820 mAh dengan rating 1.200 potretan foto 16 megapixel, atau perekaman video tanpa henti Full HD durasi 1 jam 40 menit.

Terdapat juga aplikasi "RE App" yang bisa menghubungkan kamera dengan smartphone Android dan iOS sebagai jendela bidiknya. Aplikasi ini tersedia gratis di Google Play Store dan Apple App Store.

Kamera Re akan dipasarkan di kawasan Amerika dan Eropa dengan banderol harga 200 dollar AS (sekitar Rp 2,5 juta) mulai akhir bulan Oktober. Menyusul kemudian negara-negara di kawasan lain.

Dengan bentuk yang kecil, fitur perekaman Full HD dengan lensa sudut lebar, serta ketahanan terhadap air, banyak pengamat yang mengatakan kamera Re ini bisa menjadi pesaing kamera GoPro yang memiliki fitur serupa.
Spesifikasi:
Kamera: Sensor CMOS 1/2,3 inci 16 megapixel, lensa sudut lebar 146 derajat, diafragma f/2,8
Video: 1080p @30fps, 720p @4x slow motion, time-lapse
Kompatibilitas: Android 4.3 ke atas dengan Bluetooth LE, iOS 7 or yang terbaru
Desain: tahan air dan debu rating IP57 ( IP58 dengan penutup lensa)
Dimensi/bobot: 97 x 27 mm / 65,5 g
Memroi: microSD 8 GB disertakan, ekspasni hingga 128 GB
Sensor: Grip sensor, G-
Konektivitas: Bluetooth 4.0 LE (low energy), Wi-Fi (802.11n), microUSB, tripod 1/4 in
Audio: HD microphone, speaker
Baterai: 820mAh (1.200 potretan resolusi 16 megapixel atau perekaman video 1 jam 40 menit dalam resolusi Full HD video)
Samsung Batasi Penjualan Galaxy Layar Lengkung

Samsung Batasi Penjualan Galaxy Layar Lengkung

KOMPAS.com - Samsung telah memperkenalkan varian Galaxy Note dengan pinggir layar melengkung, diberi nama Galaxy Note Edge. Namun, perangkat tersebut menurut Samsung belum akan dijual luas.

Menurut komentar yang dikeluarkan oleh Presiden Samsung Electronic, DJ Lee, seperti dikutip dari ZDNet Korea (25/9/2014), Galaxy Note Edge adalah produk yang sarat akan teknologi canggih dan butuh banyak upaya untuk memproduksinya secara massal.

Lee juga mengatakan bahwa sebenarnya Galaxy Note Edge merupakan perangkat yang masih dalam tahap konsep dan akan beredar secara terbatas (limited edition).

Penjualan Galaxy Note Edge hanya baru akan dilakukan di Korea Selatan saja mulai Oktober 2014. Penerimaan pasar di Korea Selatan itu akan dijadikan bahan evaluasi bagi Samsung untuk memasarkannya di negara-negara lain.

Galaxy Note Edge memiliki sisi layar yang melengkung ke samping untuk mengakomodir menu. Jenis layar seperti itu masih baru dan tidak mudah untuk membuatnya, bahkan bagi perusahaan sekelas Samsung.

Selain masalah produksi, Lee juga mengatakan bahwa tidak banyak orang yang menginginkan layar melengkung seperti dalam Galaxy Note ini, sehingga produk tersebut tidak akan diadopsi mainstream.

Sisi layar yang melengkung itu juga menggunakan software terpisah. Samsung bahkan telah menyiapkan API khusus untuk aplikasi yang bisa dipasang di sisi tepi layar itu. Namun jika tidak banyak yang menggunakan, tentunya bakal sedikit pengembang yang berminat membuat aplikasinya.
iPhone 6 Kok Batal Pakai Layar Safir?

iPhone 6 Kok Batal Pakai Layar Safir?

KOMPAS.com - Smartphone Apple, iPhone 6 sempat dirumorkan akan mengusung layar dengan materi kaca safir. Namun pada hari pengumumannya, Selasa (9/9/2014), materi layar tersebut urung hadir di iPhone 6.

Padahal, banyak bocoran foto dan video yang beredar di internet yang menunjukkan betapa kuatnya layar safir untuk iPhone 6 tersebut. Apa alasan Apple menanggalkan fitur layar safir itu?

Menurut laporan VentureBeat, yang mengutip analis IDC, Danielle Levitas, alasan Apple tidak menggunakan layar safir di iPhone 6 adalah drop-test (uji jatuh) yang tidak sesuai dengan harapan Apple, serta mahalnya materi safir yang akan digunakan.

Waktu juga menjadi alasan lain mengapa layar safir absen di iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. "Perjanjian antara Apple dengan GT Advanced Technologies (produsen layar safir) disetujui pada 3 November 2013, waktu sepuluh bulan tidaklah cukup untuk membuat puluhan juta layar iPhone yang berkualitas tinggi," ujar Travis Holum, analis dari firma Motley Fool.

Apple memang sempat dikabarkan memiliki kendala dalam hal pasokan komponen pendukung iPhone barunya, termasuk layar.

Dikutip dari Digital Trends, para analis meramalkan bahwa masih ada kemungkinan Apple akan memberikan fitur layar safir di perangkat iPhone yang akan datang.

Bagaimanapun, materi layar kristal safir tetap digunakan Apple dalam produk smartwatch-nya, Apple Watch. Jam tangan pintar itu akan mulai dijual pada awal tahun 2015 mendatang.
Ini Beda Galaxy Note 4 Dibanding Note 3

Ini Beda Galaxy Note 4 Dibanding Note 3

BERLIN, KOMPAS.com - Samsung secara resmi meluncurkan Galaxy Note 4 di Berlin, Jerman, awal September 2014. Phabletini merupakan suksesor Note 3 yang diklaim memiliki sejumlah keunggulan terbaru dan menjanjikan kemudahan kerja bagi penggunanya.

Apa saja yang menonjol pada sabak digital berkemampuan telefoni ini?
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Tampilan penampang samping pada Samsung Galaxy Note 3 (atas) dan Note 4. Bagian samping pada Note 4 terbuat dari logam murni dengan lekukan lebih menonjol untuk memperkuat bagian sudut.

Desain
Salah satu ciri pembeda pada Galaxy Note 4 dibandingkan kakaknya, Note 3, adalah materi pelapis handset. Sang adik Note 4 memang masih memakai bahan plastik dengan tekstur kulit pada casingbelakang. Namun, produk terbaru ini menggunakan logam murni pada casing samping. Itu sebabnya Note 4 agak sedikit lebih berat (176 gram) ketimbang Note 3 (168 gram).

Seperti juga Galaxy Alpha, setiap sudut pada ujung Note 4 juga dibentuk melengkung dengan sedikit bagian menonjol. Ini dimaksudkan agar bagian ini kuat, terutama ketika telepon terjatuh ke tanah.
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Sensor yang diletakkan di bawah kamera belakang Samsung Galaxy Note 4 berfungsi untuk mengukur detak jantung.

Prosesor & sensor
Galaxy Note 3 dilengkapi otak atau prosesor Snapdragon 800. Adapun suksesornya memakai quad-core Qualcomm Snapdragon 805 dengan kecepatan 2,7 GHz. Note 4 juga menggunakan pemroses grafis yang lebih baru, yakni Adreno 420.
Kelebihan lain pada Note 4 adalah keberadaan sensor khusus di bawah lensa kamera belakangnya. Sensor ini sama seperti pada Galaxy S5, yang dapat berfungsi memonitor detak jantung. Note 4 juga dilengkapi dengan pemindai sidik jari di bagian tombol Home di bagian bawah handset. Kedua sensor ini tidak dimiliki oleh Note 3.

S Pen
Pena digital bukan hal baru di keluarga Note. Namun, S Pen terbaru yang disertakan dalam Note 4 ini diklaim memiliki kemampuan lebih baik. Selain dibuat lebih sensitif dari versi sebelumnya, stylus tersebut juga memiliki fitur komplet yang tak ditemui pada seri lama.

S Pen generasi terbaru ini juga bisa berfungsi layaknya mouse pada PC. Pengguna dapat dengan mudah menyeleksi teks maupun kumpulan gambar dengan cara memencet tombol di tengah pena, lalu tap & drag pada layar. Ada pula fitur Snap Note untuk mengoreksi gambar perspektif.

Layar besar & multitasking
Ada perbedaan sangat jelas pada layar Note 4 dibandingkan Note 3. Meski sama-sama berukuran 5,7 inci dan Super AMOLED, Note 4 menggunakan resolusi 2.560 x 1.600 pixel dan berkualitas quad-HD, lebih tajam dari kakaknya yang menggunakan 1.920 x 1.080 pixel.

Layar ini sangat membantu beragam pekerjaan yang dapat dilakukan sekaligus pada Note 4. Fungsi multitasking dan multiwindow membantu penggunanya memilah-milah tampilan aplikasi pada layar.
KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Lensa wide pada kamera depan Samsung Galaxy Note 4 memungkinkan pengguna membuat foto selfie dengan cakupan gambar lebih lebar.

Kamera
Kualitas kamera pada Note 4 banyak mengalami perubahan. Kamera belakang dengan 16 megapixel dilengkapi dengan optical image stabilization (OIS) yang dapat meredam terjadinya foto berbayang (blur).

Adapun kamera depan, 3,7 megapixel, dilengkapi lensa wide dengan cakupan 90 derajat (77 derajat pada Note 3) sekali jepret atau 120 derajat jika digunakan memutar. Dus,kamera ini sangat tepat bagi Anda yang sering foto selfie "keroyokan" bersama banyak orang atau berlatar belakang pemandangan panorama.
Android Lebih Rakus Baterai Dibanding Windows Phone

Android Lebih Rakus Baterai Dibanding Windows Phone

KOMPAS.com - Platform Windows Phone selama ini dijauhi pengguna smartphone sebab dianggap masih memiliki jumlah aplikasi yang terbatas dibanding platform Android.
Namun nampaknya, ada satu faktor penting yang bisa membuat platform Windows Phone lebih unggul dibanding Android, yaitu daya tahan baterai.

Situs Slash Gear pada Rabu (20/8/2014) mempublikasikan hasil pengujian baterai dua smartphone HTC M8, satu menjalankan OS Android, dan satu lagi adalah M8 versi Windows Phone.

Dalam pengujian tersebut, walau keduanya memiliki spesifikasi hardware yang sama, namun ternyata HTC One M8 dengan platform Windows Phone memiliki umur baterai yang lebih lama.

Pengujian dilakukan dengan membiarkan kedua smartphone dalam kondisi siaga (standby) selama 27 jam. Dan ternyata, HTC One M8 versi Windows Phone memiliki sisa daya baterai 81 persen, sementara versi Androidnya hanya tersisa 68 persen.

HTC sendiri mengklaim bahwa baterai M8 versi Android hanya memberikan waktu penggunaan selama 12 jam, sementara versi Windows Phone-nya hingga 21 jam penggunaan.

Faktor daya tahan baterai menjadi salah satu pilihan utama mengapa konsumen memilih suatu smartphone. Lembaga riset IDC telah melakukan survey tentang hal tersebut sebelumnya.

Dalam survey itu, ternyata 56 persen pengguna Android, 49 persen pengguna iPhone, dan 53 persen pengguna Windows Phone memilih daya tahan baterai sebagai alasan utama mereka memilih perangkatnya.

Jika Microsoft dan HTC bisa bekerja sama lebih erat lagi, mungkin saja keduanya bisa menarik lebih banyak minat orang menggunakan platform Windows Phone, dengan membuat smartphone dengan umur baterai yang lebih lama.
Penjualan Smartphone Dunia Tembus Rekor

Penjualan Smartphone Dunia Tembus Rekor

KOMPAS.com - Hingga kuartal kedua tahun 2014, penjualan ponsel pintar di seluruh dunia mencatatkan rekor pencapaian yang baru.

Untuk pertama kalinya, jumlah smartphone yang terjual melampaui angka 300 juta unit di seluruh dunia, lebih tepatnya 301,3 juta.

Data yang dirilis oleh IDC pada Kamis (14/8/2014) itu menyatakan, jumlah tersebut naik 25,3 persen dibanding jumlah penjualan total di periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 240,5 juta unit.

Tak ada yang  berubah, pasar smartphone dunia masih dikuasai oleh perangkat berbasis Android dan iOS yang keduanya jka dikombinasikan memiliki raihan pangsa pasar 96,4 persen.

Dari jumlah tersebut, Android masih mendominasi dengan total raihan pangsa pasar 84,7 persen. Jumlah penjualannya sendiri meningkat 33,3 persen dibanding tahun lalu, dari 191,5 juta unit menjadi 255,3 juta unit.

"Dengan banyaknya OEM yang menjual perangkat di bawah 200 dollar AS, Android mencapai kepopulerannya di pasar negara berkembang," ujar Ramon Llamas, Research Manager IDC.

Sementara iOS, walau jumlah penjualannya meningkat dari 31,2 juta unit tahun lalu menjadi 35,2 juta unit di tahun ini, namun pangsa pasarnya turun dari 13 persen menjadi 11,7 persen.

Windows Phone dan BlackBerry mengekor di belakang keduanya dengan masing-masing raihan pangsa pasar 2,5 persen dan 0,5 persen. Pangsa pasar keduanya turun dari masing-masing 3,4 persen dan 2,8 persen di tahun lalu.

Yang menarik, Windows Phone yang telah diperkenalkan sejak 2010 lalu hingga kini belum mampu menembus pangsa pasar 5 persen. Penjualannya pun sedikit menurun dari 8,2 juta unit tahun lalu menjadi 7,4 juta unit tahun ini.

Hal yang sama juga terjadi pada BlackBerry. Di kuartal kedua 2013 lalu penjualan BlackBerry di seluruh dunia mencapai 6,7 juta unit. Namun di kuartal dua 2014 ini, jumlahnya turun menjadi hanya 1,5 juta unit saja.